Beli rumah mau Tunai atau KPR, simak dulu perbedaannya

Rumah adalah kebutuhan pokok bagi keluarga muda yang ingin mandiri. Kebutuhan akan rumah semakin naik setiap tahunnya, fenomena ini menjadi celah bagi banyak developer untuk berlomba membuat banyak perumahan dengan berbagai rentang harga dan diperuntukkan bagi banyak keluarga muda yang membutuhkan hunian untuk mereka dan anak-anak mereka hingga di masa depan.

Banyak kemudahan yang ditawarkan kepada keluarga muda tersebut baik melalui pembelian secara tunai maupun dengan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Keduanya punya karakteristisk yang berbeda.

Banyaknya developer yang membangun perumahan artinya semakin banyak pilihan untuk menentukan hunian mana yang ingin diambil. Biasanya beberapa faktor yang dipertimbangkan sebelum membeli rumah adalah lokasinya, kelengkapan fasilitas, selain itu track record dari pengembang juga menjadi pertimbangan yang umum diambil sebelum membeli sebuah rumah.

Nah, apabila beberapa pertimbangan tersebut sudah diputuskan, maka langkah selanjutnya untuk mendapatkan rumah adalah memutuskan untuk membelinya secara tunai atau mengambil KPR. Jika membeli secara tunai, artinya perlu menyiapkan dana yang cukup besar sesuai dengan nilai rumah yang ingin dibeli.

Sedangkan jika membeli rumah dengan KPR, maka Anda bisa mencicil tanpa perlu menyiapkan dana dalam jumlah besar untuk mendapatkan rumah. Baik membeli secara tunai ataupun dengan KPR memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Berikut penjelasan lengkapnya:

Kelebihan Membeli Rumah secara Tunai

1. Harga Lebih Murah

Sama halnya dengan segala jenis pembelian yang dilakukan dengan cara mengangsur, nasabah pasti akan dikenakan bunga di dalamnya, sehingga menyebabkan harganya menjadi lebih mahal. Berbeda jika membelinya secara tunai, maka anda akan menemukan bahwa perbedaan harganya akan mencolok, dan pasti lebih murah.

2. Proses Lebih Mudah

Jika membeli secara tunai, maka pembeli akan bisa langsung melakukan transaksi dengan penjual, dalam hal ini adalah pihak developer. Tanpa adanya pihak ketiga, seperti bank, maka alur jual beli akan lebih sedikit, sehingga memungkinkan untuk melakukan proses pembelian dengan lebih cepat. Anda tidak akan melewati serangkaian proses jika dibandingkan dengan membeli rumah secara kredit dengan campur tangan bank.

3. Tidak ada Biaya Administrasi

Dengan membeli secara tunai, maka anda dibebaskan dari kewajiban untuk membayar biaya administrasi yang dibebankan pihak bank jika membeli secara kredit. Selain itu akan ada biaya-biaya selama pengurusan dokumen yang tidak akan ditemui jika membeli rumah secara tunai.

4. Bebas dari Aturan-aturan

Meskipun dalam pembelian secara tunai anda terikat aturan yang diberikan oleh developer, namun biasanya tidak serumit jika anda membeli rumah secara kredit melalui KPR. Begitu anda melakukan pembayaran atas rumah yang ingin dibeli, maka anda akan terbebas dari berbagai peraturan yang mengikat, sehingga merasa lebih bebas melakukan eksplorasi atau renovasi pada rumah.

5. Lebih Aman

Membeli rumah secara tunai dikatakan lebih aman karena setelah transaksi jual beli selesai, rumah tersebut otomatis sudah menjadi hak milik. Anda akan terbebas dari rasa cemas dan risau jika ada kemungkinan rumah tersebut berpindah tangan ke orang lain.

6. Pihak Developer Menyukai Pembelian secara Tunai

Developer yang mendapatkan dana segar dari penjualan rumahnya akan bisa secepatnya memutar kembali uang tersebut untuk meningkatkan bisnisnya. Oleh karena, hal ini bisa menjadi poin penting bagi pembeli untuk bisa melakukan tawar menawar dengan pihak developer agar bisa mendapatkan harga terbaik (potongan harga) dari properti atau hunian yang ingin dibeli.

7. Aman dan Prospektif untuk Investasi Jangka Pendek

Dengan membeli secara tunai, maka Anda sudah bisa mendapatkan aset berupa rumah. Aset tersebut bisa anda putar kembali (jika ingin) dengan menjualnya untuk jangka waktu 3 sampai 5 tahun ke depan dan mengambil keuntungan yang tidak sedikit dari nilai jual rumah.

8. Kelengkapan Rumah bisa Langsung Dimiliki

Dengan membeli rumah secara tunai, maka bisa langsung memiliki kelengkapan surat-surat rumah yang dibeli. Surat-surat ini sangat berharga dan bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan pinjaman bank, jika suatu saat membutuhkan dana mendesak.

Di luar berbagai keuntungan yang bisa didapat jika membeli rumah secara tunai, nasabah perlu mempertimbangkan beberapa kelemahan pembelian tunai berikut ini:

Kelebihan Membeli Rumah dengan KPR

1. Tidak Perlu Menyiapkan Dana Besar

Dengan membeli secara kredit, maka anda tidak perlu menyiapkan dana dalam jumlah besar. Anda tidak perlu menunggu selama bertahun-tahun dan menabung sedikit demi sedikit untuk mendapatkan rumah impian. Anda hanya perlu membayar uang muka untuk bisa mendapatkan rumah.

2. Cicilan Bisa Meringankan Pengeluaran

Jika membeli secara tunai, maka anda kehilangan uang dalam jumlah besar dalam waktu yang sekejap (diganti dengan rumah), bagi pengusaha kehilangan uang dalam jumlah besar mungkin akan mempengaruhi keberlangsungan bisnis. Sedangkan jika membeli dalam bentuk KPR, maka modal usaha tetap aman, dan merasa ringan untuk membayar cicilan rumah.

3. Uang Cicilan bisa Murah, Asalkan…

Anda bisa mendapatkan cicilan yang murah setiap bulannya jika membayar uang muka dalam jumlah besar atau mengambil KPR untuk jangka waktu yang lama. Hal ini biasanya akan berbuntut pada kecilnya biaya cicilan bulanan yang perlu anda bayar.

4. Disewakan untuk Mendapatkan Uang

Jika tidak mau membayar uang cicilan, maka langkah yang bisa diambil adalah bisa menyewakan rumah tersebut kepada orang lain. Dengan demikian Anda akan mendapatkan uang sewa yang bisa digunakan untuk membayar cicilan rumah ke bank.

Pilih yang Sesuai dengan Kebutuhan

Mempunyai rumah impian kini semakin mudah dengan adanya pilihan untuk mendapatkannya dengan cara KPR. Sehingga masyarakat kini bisa memilih sendiri, apakah ingin membeli rumah dengan cara tunai atau mendapatkannya dengan cara KPR.

Kedua cara ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Yang patut diperhatikan adalah selalu sesuaikan pembelian rumah dengan kondisi finansial, sehingga anda tidak muluk-muluk dalam mendapatkan rumah. Selain itu, rekam jejak developer sudah sepatutnya menjadi pertimbangan utama dalam membeli rumah impian. Dengan memilih developer yang memiliki track record baik, maka kecil kemungkinan akan dirugikan, begitu pula sebaliknya.